cinta
Selasa, 15 Juli 2014
cinta abi
01. masih abi ingat rajuk parasmu saat abi tolak
apa yang kau pinta | teringat jelas airmatamu
yang kau tahan di tepi mata
02. teman-temanmu dimanjakan dengan ribuan
permainan | sementara abi malah mengajakmu
ke toko buku mencari bacaan
03. engkau pinta tontonan selayaknya anak
sekelas | sementara abi hulurkan putih kertas
untuk kau tulis dan lukis
04. engkau menatap iri keluarga lain yang
tahunan jalan-jalan | sedang abi mengisi waktu
liburmu dengan ikut kajian
05. seringkali abi berpikir bagimu terlalu keras
dan susah | tidak memberikan kebahagiaan
sebagaimana seharusnya ayah
06. namun bayangan kelam sekulerisme benar-
benar mengerikan | membuat merinding hanya
berpikir bagaimana kelak masa depan
07. tiada niat untuk tak hargai masa kecil yang
tak terganti | hanya abi terobsesi akan masa
depan yang harus kau tapaki
08. kenyataan bahwa Ali bin Abu Thalib halqah
saat 7 tahun | dan Imam Syafi'i yang hafidz 7
tahun
09. masih abi ingat bagaimana pintar engkau
karang alasan | saat tiba waktu shalat dan
engkau asyik dengan tontonan
10. engkau pinta izin abi menonton kartun barat
tak bernilai | sementara abi pinta ummimu
bacakan kitab sirah Nabi
11. engkau pinta kepada abi untuk bermain
bersama teman-temanmu | bahkan abi
memintamu kembali menyelesaikan iqra'
bersama ummimu
12. mungkin mungkin ini tindakan dzalim bagimu
| namun abi tak bisa pikirkan apalagi bekal
selain ilmu
13. dekat sekali kita dengan kebangkitan yang
dijanjikan | dan cukuplah harapan itu
memberikan kekuatan
14. beginilah kita hidup pada sisa-sisa masa |
dimana orangtua anggap maksiat anak hal biasa
15. maafkan nak bila abi terlalu sayang | bila
berkesan hendaklah dikenang
16. maafkan nak bila abi terlalu teliti dan peduli |
hanya bisa berharap engkau mengerti satu hari
nanti
17. abi hanya lelaki yang terlalu bodoh di masa
muda | jangan sampai kau berbuat hal yang
sama
18. tidak tahu sampai kapan bisa menemani dan
mendidikmu | namun dalam doa abi selalu minta
waktu lebih untuk bersamamu
19. tidak selamanya tangan ini bisa
mengenggam dan menuntunmu | hanya bisa
berharap bahwa semuanya selesai sebelum
waktu
20. dan jika tiada bisa kita berkumpul kembali |
izinkan tulisan ini jadi pengganti nasihat bagimu,
perkenankan
(felix siaw)
Langganan:
Postingan (Atom)